Profil Singkatnya

ㅤ ㅤ Catur dilahirkan dengan nama lengkap Caturangga Prabaswara Wijaya pada 21 September 1993, di Jakarta, Indonesia. Ia merupakan putra dari Herman Romario Wijaya dan Navisha Khandra Cakrawangsa. Ayahnya dan ibunya adalah pemilik perusahaan pnyedia energi listrik yang bergerak dibidang energi terbarukan, World Energy Pacific Groups.

ㅤ ㅤ Catur diketahui pernah mengenyam pendidikan di Jakarta Intercultural High School di Jakarta, Indonesia. Setelah menyelesaikan sekolahnya, ia melanjutkan pendidikannya di Universitas Indonesia yang bergengsi dengan mendapatkan jalur undangan dan lulus dengan gelar dr. pada tahun 2014. Kemudian menyelesaikan tahapan pendidikan sebagai dokter muda di tahun 2016, dan resmi dapat menggunakan gelar dokter umum ketika internshipnya selesai di tahun 2017.

ㅤ ㅤ Catur menjalani kehidupan sebagai dokter umum di salah satu rumah sakit milik salah satu keluarganya, Senopati Health hospital selama setahun sebelum ia menentukan untuk kembali melanjutkan studinya sebagai dokter spesialis. Kemudian Catur kembali mengenyam pendidikan PPDS (Peserta Pendidikan Dokter Spesialis) di Universitas Indonesia pada 2018 dan saat ini akan memasuki tahun ketiganya sebagai calon Dokter Spesialis.

Mengenai Karakter

Mengenai sifatnya:

  • Supel dan mudah bergaul merupakan sifat pertama yang dimiliki Catur. Ia sangat mampu beradaptasi secara cepat dengan lingkungan barunya. Untuk itu ia biasanya disukai banyak orang karena sikapnya yang menyenangkan namun tidak membuat orang lain kesal.

  • Termasuk bagian dari orang-orang yang prefeksionis; Hard to please. Ia menjadi sensitif ketika sebuah hal tidak mencapai keinginan dan standarnya sendiri. Tidak jarang ditemui sifat ambisius dan kritis ketika berhubungan dengan cita-citanya sendiri. Ia juga orang yang tekun dan bisa diandalkan dalam berbagai situasi.

  • Dalam dirinya masih terselubung sifat yang pembangkang, namun ia mampu menahan diri sebab tidak ingin image dirinya jelek dihadapan publik dan mempermalukan nama keluarganya. Sering ditemui sebagai pendusta yang ulung didalam kehidupan sehari-harinya.

Mengenai fisiknya:

Tinggi 1.88 m
Berat 77 kg
Warna irishitam
Warna kulitkuning langsat
Warna rambuthitam
Keunikan fisik lainnyatanda lahir terletak pada hidung

Perjalanan Karir

ㅤ ㅤ Cita-citanya menjadi dokter tidak timbul begitu saja sebab pengaruh orang tua yang bergerak dibidang penelitian dan kesehatan, ataupun kakaknya yang menjadi psikolog sukses. Tadinya ia tidak berminat untuk menyentuh bidang kesehatan sedikitpun maupun segala hal yang berhubungan dengan ilmu biologis yang sudah terkandung pada darah keluarga intinya.

ㅤ ㅤ Sebagai anak termuda, kedua orang tuanya mengizinkan Catur untuk mengeksplorasi dirinya sendiri termasuk keinginannya menjadi seorang abdi negara, polisi. Semenjak sekolah menengah pertama, gambaran yang ia punya adalah masuk bagian kepolisian dan menangkap semua orang jahat yang tengah marak khasusnya di Indonesia. Ia ingin menjadi contoh yang baik bagaimana menjadi polisi yang baik. Ia menyelesaikan pendidikan SMP-nya dengan program akselerasi yang berdurasi selama dua tahun dan selesai pada 2007.

ㅤ ㅤ Semua mimpinya berubah total ketika ia sebuah kejadian tidak terduga ketika dirinya menginjak sekolah menengah atas. Kematian kekasihnya menjadi sebuah pembelajaran baginya. Ketika saat menjadi polisi, mungkin ia bisa menghukum orang yang membunuh kekasihnya, tetapi hal tersebut tidak bisa mengembalikan nyawa kekasihnya ketika rumah sakit yang saat itu dikunjungi tidak mempunyai dokter yang mampu melakukan operasi darurat pada kekasihnya yang sekarat.

ㅤ ㅤ Ambisinya menjadi dokter dimulai saat tahun kedua pendidikan sma, dirinya mencoba untuk mengikuti jejak kakak pertamanya, Lavanya, dengan mengambil pendidikan di sekolah negri. Dirinya mencoba sebaik mungkin untuk mendapatkan nilai terbaik, menyibukan diri dengan urusan sekolah, sehingga ia bisa lupa dengan kejadian yang menyakitkan yang terjadi pada kekasihnya. Ini juga merupakan kegiatan distraksi yang dilakukannya. Ia lulus pada tahun 2010 dari Jakarta Intercultural High School.

ㅤ ㅤ Selama menjalani pendidikan kedokteran, Catur termasuk mahasiswa yang rajin dan pandai. Ia mampu dengan mudah mengingat semua jenis mata pelajaran yang diberikan. Ia juga piawai dalam kegiatan praktik yang diadakan pada fakultasnya dan menjadi salah satu mahasiswa kebanggaan kampusnya.

ㅤ ㅤ Ketika menyelesaikan sarjana dokternya tepat waktu, ia mengikuti program koas sebagai dokter muda selama dua tahun (2014-2016) dilanjutkan sebuah internship selama satu tahun di rumah sakit milik keluarga, Senopati Health Hospital. Kemudian dirinya kembali melanjutkan ambisinya dan memperdalam ilmunya sebagai spesialis dokter bedah di universitas yang sama pada tahun 2018.

Kehidupan Pribadi

ㅤ ㅤ Sebagai seorang anak yang terlahir dari keturunan Manado-Surabaya, membuat Catur dianugerahi keselarasan dalam menerima kebudayaan dari berbagai sudut dan membuat dirinya menjadi orang yang ramah sesaat masa sekolahnya.

ㅤ ㅤ Wanita yang berhasil mencuri hati Catur ini adalah salah satu kekasihnya saat sekolah menengah atas. Walaupun ia pintar secara akademik, pergaulan semasa SMA membuat dirinya sedikit menurunkan performanya jika dibandingkan kinerjanya saat SMP. Ia bersama teman-teman SMA-nya sering mengunjungi tempat-tempat yang tidak seharusnya belum dikunjungi anak seumurannya. Diskotik hingga tempat berjudi menjadi pilihan mereka berkumpul. Tidak heran jika ia dan teman-temannya juga terlibat khasus seks bebas yang hanya diketahui lingkungan mereka.

ㅤ ㅤ Orang tua Catur tidak tahu banyak tentang kelakuannya di SMA sebab mereka terlalu sibuk dengan perusahaan yang didirikannya. Tetapi, ia sering menggantungkan diri kepada kakak-kakaknya yang punya hubungan lebih dekat dengan dirinya.

ㅤ ㅤ Satu tahun setengah menjalin hubungan dengan kekasihnya, sebuah kejadian mengenaskan menimpa kekasihnya. Ketika ternyata kekasihnya meninggal secara misterius karena sebuah penyakit. Penyakit keras dan sudah menggerogoti tubuhnya, membuat dokter gagal bertindak— mustahil untuk menyelamatkannya dengan alasan sumber daya yang tidak memadai.

ㅤ ㅤ Memulai kehidupan baru pasca meninggalnya sang kekasih, Catur menjadi sangat ambisius dan berhenti bermain-main dengan dunia malam, ia percaya setiap penyakit yang ada seharusnya punya cara untuk menyembuhkannya. Dirinya pun tetap mempertahankan dan mengumpulkan tekad menjadi dokter, supaya kejadian yang menimpa kekasihnya tidak akan terulang. Walaupun sulit melupakan sosok sang kekasih yang telah tiada,—ia memang tipe yang sulit melupakan ketika menyangkut masalah hati.